Mengatasi masalah penerapan aplikasi cloud dengan tepat memerlukan kombinasi alat jaringan yang spesifik. Penggunaan alat jaringan ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan dan tuntutan unik masing-masing sistem.

Seiring bisnis beralih ke cloud sebagai sumber utama dalam mendorong keunggulan kompetitif, bermigrasi ke lingkungan cloud harus dilakukan dengan cara yang terstruktur dan sistematis. Meskipun janji keandalan yang lebih tinggi ditambah dengan biaya yang lebih efisien dapat memancing bisnis ke cloud.

Namun dibalik itu, 41% bisnis merasa tidak siap menghadapi migrasi dan akhirnya memindahkan aplikasi cloud mereka kembali fasilitas colocation server atau ke ‘bare-metal’ data center.

Validasi Aplikasi Cloud

Validasi aplikasi cloud sangat penting bagi perusahaan yang ingin memastikan keberhasilan dalam migrasi cloud. Oleh karena itu, validasi aplikasi cloud harus menjadi perhatian utama.

Mengembangkan aplikasi cloud atau migrasi ke lingkungan cloud berarti menambahkan banyak kondisi variabel antara client dan server. Aplikasi yang tampil memadai di jaringan lokal kantor pusat perusahaan seringkali lamban, atau benar-benar tidak responsif.

Kondisi WAN, seperti kendala bandwidth, latency, jitter dan packet loss, dapat mengakibatkan aplikasi berhenti setelah ditempatkan di lingkungan cloud dimana jarak harus dipertimbangkan. Faktanya, 47% bisnis yang kembali ke colocation server menyatakan bahwa latensi sebagai faktor terbesar yang menyebabkan mereka meninggalkan cloud.

Apa masalahnya dengan latency?

Aplikasi lawas sering dikembangkan dalam kaitannya dengan koneksi LAN dan menganggap jarak antara client dan server dengan delay kurang dari 1 ms (mil/detik). Ini dapat terjadi banyak interaksi antara client dan server dalam melakukan fungsi tunggal.

Karena protokol transport seperti TCP tidak terlalu baik dalam menangani gangguan, bahkan sedikit latency atau packet loss dapat menyebabkan throughput aplikasi turun secara signifikan. Sebagai contoh, link 1Gbps khusus dapat menghasilkan throughput 6Mbps dengan hanya kehilangan paket 0,01%.

Hal ini membuat prediksi kinerja aplikasi cloud secara akurat menjadi tugas yang sulit sebelum diterapkan. Namun ada beberapa pilihan yang tersedia untuk memvalidasi aplikasi cloud sebelum ditayangkan.

Salah satu pilihannya adalah menulis ulang fungsinya secara paralel dengan fitur yang ada di cloud. Cara lain bisa juga dengan mengganti aplikasi lawas dengan perangkat lunak sebagai layanan (SaaS) yang setara. Ini berarti beralih ke aplikasi yang sama sekali baru yang diselenggarakan oleh pihak ketiga.

Beralih ke lingkungan komputasi yang sesuai tampaknya menjadi solusi terbaik. Ini mengasumsikan sumber daya komputasi asli, penyimpanan, memori, dan OS sesuai yang diantisipasi di dalam penyedia. Namun, kinerja aplikasi cloud masih dapat bervariasi karena akses WAN akan menghadirkan tantangan terbesar. Pilihan ini bisa jadi tidak praktis dan memakan waktu.

Solusi yang paling umum dan hemat biaya secara jelas dengan memigrasikan aplikasi yang ada ke cloud as-is. Namun, ini juga masih belum dapat mengatasi masalah kinerja terkait WAN.

Menguji aplikasi cloud pada kondisi dunia nyata

Untuk membangun pemahaman yang objektif tentang bagaimana aplikasi akan tampil di lingkungan cloud, solusi yang paling mudah terletak pada emulasi jaringan. Dengan meniru jaringan cloud di dunia nyata untuk tujuan pengujian, alat emulasi jaringan bisa menjadi alat penting dalam proses ini.

Emulator jaringan memungkinkan penguji untuk mengukur throughput aktual dan daya tanggap aplikasi. Di dalam jaringan uji ini kita dapat menerapkan kondisi dan gangguan yang kita harapkan terjadi di awan.

Jaringan untuk pengujian ini juga membantu menentukan berapa bandwidth WAN yang dibutuhkan dan solusi vendor mana yang paling sesuai dengan kebutuhan sistem.

Mungkin beban kerja tidak siap untuk transisi ke lingkungan berbasis awan? Cari tahu dengan cepat di lab menggunakan emulator jaringan 😉

Tentu saja, menangani masalah penerapan aplikasi dengan benar di dalam lingkungan multi cloud akan memerlukan kombinasi alat jaringan yang spesifik untuk kebutuhan dan tuntutan unik masing-masing dari sistem.

Pengujian dan pembandingan yang benar baik jaringan awal dan lingkungan awan target akan memberikan dasar yang akurat untuk memvalidasi persyaratan kinerja migrasi sebelum ditayangkan.