Konsep dan aplikasi infrastruktur platform as-a-service telah hadir sebelum Heroku dirintis pada tahun 2008. Pada konferensi DeveloperWeek di San Francisco, Adam Gross, CEO Heroku . Heroko merupakan anak perusahaan dari Salesforce. Adam Gross menguraikan bagaimana PaaS telah berubah selama dekade terakhir. Dia membahas aplikasi data-driven dan apa yang diharapkan dalam 10 tahun ke depan di era cloud ini.

Sejarah pengembangan aplikasi telah memanfaatkan lapisan abstraksi yang berbeda, baik itu mesin atau virtual web browser Java. Gross mengatakan ia percaya abstraksi ini menjadi lebih canggih. Hal ini akan memungkinkan para pengembang untuk menghemat lebih banyak waktu untuk coding logika bisnis dan juga menghemat waktu dalam mengkonfigurasi layanan. Bagian penting dari transisi ini adalah penyedia PaaS dan alat pembuat menjadi lebih berpendirian dalam cara mereka mengkonfigurasi. “Jika Anda tidak mendekati tumpukan dan alat-alat dengan baik, maka akan sulit bagi pengembang untuk mengkonsumsi dan mengatur kompleksitas ini,” kata Gross.

Gross mengatakan ia melihat hal ini sebagai dorongan kuat untuk menjadikan pengembangan perangkat lunak lebih mudah. Bahkan saat ini, pengembang tidak perlu berpikir tentang proses distribusi Linux. “Kami telah mengurangi itu – dan, mudah-mudahan, tidak hanya membuat lebih mudah, mudah-mudahan dapat meningkatkan pembangunan aplikasi besar menjadi jauh lebih mudah.”

Memerlukan Fokus yang Lebih Besar Pada Tim

Gross mengatakan dia mengharapkan tiga perubahan utama untuk pengembang. Perubahan tersebut akan mencakup seluruh tim pengembangan, aplikasi data-driven, dan membuat tata kelola dan kepatuhan. “Inti dari PaaS adalah menciptakan pengalaman pembangunan yang lancar,” katanya. “Tujuan utama Heroku adalah bahwa pengembang dapat membuat aplikasi yang berjalan pada laptop dan di sebarkan di layanan cloud publik. Banyak pekerjaan awal dipusatkan pada pengembang individu. Sekarang, lebih menekankan pada peningkatan pengembangan tim. ”

Relatif sedikit aplikasi yang ditulis oleh satu pengembang. Perusahaan mulai menerapkan integrasi berkesinambungan dan model penyebaran berkelanjutan. Namun, perusahaan harus bekerja diluar strategi terbaik untuk menempatkan proses ini ke tempatnya sendiri.

Tahap berikutnya dari pengembangan tim akan lebih terletak pada platform infrastruktur PaaS. Prinsip ini dapat mengubah praktik terbaik sebelumnya.

Lingkungan ini akan secara otomatis memfasilitasi kelancaran arus antara pembangunan, pengujian dan penyebaran.

Ini berarti manajer pengembangan perangkat lunak akan perlu melakukan sedikit pekerjaan untuk merangkai bersama komponen yang berbeda. Dalam era cloud ini, IT perusahaan memerlukan manajemen infrastruktur yang dapat mendukung konsep agnostik. Orkestrasi container, network, dan sebagainya merupakan cara yang di tawarkan pada solusi Hybrid Data Center.

Munculnya Aplikasi data-driven

Organisasi sekarang hanya mencari tahu bagaimana menenun data dan peristiwa dalam sebuah aplikasi baru. Generasi pertama dari aplikasi data-driven mengandalkan operasional Postgres database, yang bisa berikan tantangan besar pada skala yang besar. Sekarang, pengembang memiliki pilihan SQL dan teknologi NoSQL, dan penyimpanan data yang besar seperti Hadoop dan Cassandra, sehingga menjadi jauh lebih mudah dalam pengaturan. Selain itu, alat manajemen kejadian, seperti Kafka, dan mesin pengolahan data, seperti Apache Spark dan Storm, melihat perbaikan yang luar biasa di tooling dan kemudahan penggunaan.

IT Modern saat ini selain memerlukan PaaS dan aplikasi data-driven, juga memerlukan SaaS seperti Container as a Service (CaaS). CaaS akan berguna untuk menghemat banyak waktu dalam manajemen sumber daya data center yang di kombinasikan dengan cloud. Maka tak heran jika di tahun 2017 ini, anggaran IT perusahaan lebih di kerahkan untuk belanja Teknologi ketimbang perangkat keras.

Menyederhanakan Tata Kelola dan Kepatuhan di Era Cloud

Gross mengatakan masalah keamanan dan kepatuhan adalah tantangan besar yang di hadapi perusahaan. Mereka akan menemui tantangan ini setelah melihat tumpukan rute tumpukan teknologi baru. Ini adalah masalah yang meningkat karena cloud menjadi lebih sentral untuk operasional.

“Pertanyaannya adalah: Bagaimana kita membuat lebih mudah bagi organisasi dalam menerapkan kebijakan dan kontrol kepatuhan?” kata Gross. Pemikiran bahwa aplikasi perlu memenuhi syarat dan kepatuhan tertentu dapat membuat pengembang aplikasi semakin merinding, terutama aplikasi yang memakai Kartu Pembayaran dan Fintech. Ada beberapa hal yang ingin dilakukan pengembang dalam membuat aplikasi demi menanggapi persyaratan pemerintah atau kontrol perangkat lunak baru. Contohnya masalah kedaulatan data di Indonesia yang akan mulai di tegakkan Maret 2017 ini.

Masa depan PaaS terletak dalam menemukan cara yang lebih baik untuk meningkatkan kontrol kepatuhan ke dalam infrastruktur Cloud. Penyedia PaaS dapat mengatur layanan dalam menyediakan jejak audit tentang bagaimana kode sumber akan dikonversi ke dalam kode dan dieksekusi. Gross mengatakan, ia berharap hal ini banyak terjadi secara otomatis di belakang layar, sehingga para pengembang dapat hemat waktu dalam melaksanakan layanan untuk mempertahankan kontrol logging dan memberikan sejarah audit selama proses pembangunan.