Banyak perusahaan yang melaporkan manfaat luar biasa dengan mengadopsi pendekatan DevOps. Seperti lebih cepat dalam mengadakan software, lebih sedikit kerentanan, lebih cepat dalam mengatasi masalah, dan alokasi lebih baik terhadap sumber daya TI yang terbatas.

Target Dalam Mengadopsi Pendekatan DevOps

Jika perusahaan anda telah mengadopsi pendekatan devops, anda sudah berada pada jalu yang benar dalam membangun dan mendistribusikan aplikasi secara lebih cepat dan lebih baik dari sebelumnya. Namun, ini bukan menjadi akhir cerita atau bukan merupakan suatu dorongan utama dibalik DevOps.

Untuk dapat benar-benar sukses dengan pengadopsian Devops, kita harus berpikir mengenai aplikasi apa saja yang benar-benar penting bagi bisnis. Dalam hal ini, berarti harus dibuat keterhubungan antara pendekatan DevOps dengan target dan dampak pada target perusahaan. Untuk melakukan ini, anda harus menghubungkan dan menyeimbangkan antara kecepatan penyediaan dan kinerja aplikasi yang lebih baik dalam memberikan kepuasan pelanggan untuk mencapai target inovasi dan keberhasilan usaha.

Misteri Aggapan Lebih Cepat Lebih Baik dalam Dunia DevOps

Misal team anda memiliki target untuk meningkatkan fitur software dan lainnya setiap minggu, akan tetapi aplikasi yang tersebar memiliki kerentanan dan menyebabkan aplikasi tidak bisa diakses oleh pelanggan. Fenomena ini sepertinya dapat kita lihat di tokopedia.com beberapa minggu belakangan hingga saat ini. Dimana web browser seperti melakukan redirect tapi entah kemana. Sepertinya (lagi) tokopedia sedang meningkatkan keamanan sistem di web. Banyak anggapan bahwa dengan mengadopsi pendekatan DevOps maka organisasi akan lebih cepat dan lebih baik dalam menyediakan fitur baru dan peningkatan lainnya terhadap aplikasi mereka. Ini memang betul, akan tetapi jika ternyata memberikan dampak downtime baik disisi pelanggan maupun pengguna internal, tentunya hal ini keluar dari target utama dalam mengadopsi DevOps.

Siklus development yang lebih pendek dan kolaborasi yang lebih lancar pada pendekatan DevOps berarti anda dapat menangkap masalah sebelum fitur tambahan / peningkatan / pembaruan aplikasi di lepas ke sistem secara live. Hal ini akan memungkinkan perbaikan masalah lebih cepat dan menghemat waktu. Dan ini merupakan tujuan utama dalam mengadopsi pendekatan DevOps.

Artinya, kita tidak dapat terlalu berfokus pada kecepatan penyediaan (software delivery speed dan Frequency) tanpa mempertimbangkan performa aplikasi secara keseluruhan dan tingkat kepuasan pelanggan. Pastikan bahwa proyek pengembangan anda memiliki dampak positif terhadap target bisnis.

Menentukan Waktu untuk Inovasi

Bekerja dengan cara yang lebih baik, lebih cerdas dan lebih cepat belumlah cukup dalam mendorong keberhasilan binis. Walaupun kinerja aplikasi merupakan hal paling penting, ini bukan merupakan faktor pembeda utama saat ini. Ini seperti pengalaman pelanggan yang memang jadi faktor penentu dalam keberhasilan bisnis, namun tetap tidak dapat dijadikan jaminan.

Dalam usaha meraih penghasilan, meningkatkan jumlah pelanggan, meningkatkan jumlah pelanggan tetap, dan meningkatkan kepuasan pelanggan, hal ini membutuhkan inovasi yang disesuaikan dengan target keberhasilan bisnis. Ketika mengadopsi pendekatan DevOps, perusahaan memiliki kesempatan untuk berfokus pada kecepatan berinovasi yang dapat membawa hasil pada bisnis. Dengan mengadopsi pendekatan devops, perusahaan juga dapat menyelsaikan aplikasi lebih cepat, lebuh lancar dan stabil sehingga dapat mendukung target keberhasilan bisnis.

Meletakan Semuanya

Mengelola pendekatan DevOps pada keempat dorongan :

  1. Kecepatan
  2. Inovasi untuk pencapaian Target Bisnis
  3. Pengalaman dan kepuasan pelanggan
  4. Kinerja aplikasi yang lancar dan stabil

Keempat faktor tersebut bukan merupakan hal mudah atau sepele, akan tetapi perusahaan dapat berfokus dalam pengukuran serta pelacakan kunci metrik pada seluruh area. Perusahaan dapat menggunakan software analitikal untuk mendapatkan visibilitas data yang dibutuhkan pada seluruh team pengembangan dan operasional TI.

Sebagai contoh, untuk aplikasi pemantauan kinerja, anda dapat melihat tingkat uptime dan tingkat kesalahan. Anda dapat mulai dengan menyesuaikan dasar dan target untuk meningkatkan kinerja dan pemeliharaan. Demikian halnya dengan pengalaman pelanggan, frekuensi transaksi dan rata-rata pertmbuhan dapat memberikan wawasan mengenai pengalaman pelanggan dalam memakai aplikasi anda.

Metrik konversi, pembaruan dan orientasi bisnis lainnya dapat memberikan anda penglihatan terhadap kesuksesan aplikasi tersebut dari sudut pandang bisnis. Akhirnya, dengan menambahkan metrik yang berfokus untuk memantau kecepatan penyediaan aplikasi seperti waktu untuk menentukan kapan perubahan sebaiknya dilakukan dan berapa lama waktu dibutuhkan, dapat memberikan gambaran menyeluruh terhadap keberhasilan anda dalam mengadopsi pendekatan DevOps.

Berikut faktor metrik yang dibutuhkan untuk pengukuran kecepatan:

  1. Waktu yang dibutuhkan untuk perubahan
  2. Kecepatan iterasi / pengulangan
  3. Frekuensi rilis
  4. Waktu yang dibutuhkan untuk perbaikan
  5. Tingkat rata-rata kegagalan dalam perubahan

Untuk mendapatkan keseimbangan sumber daya dan waktu terhadap seluruh faktor pendorong, anda harus membuat pertimbangan alokasi sumber daya semisal 50% untuk inovasi dan 30% untuk meningkatkan pengalaman pelanggan , dan 20% untuk meningkatkan kestabilan kinerja aplikasi secara terus menerus.

Sangat penting diingat bahwa, alokasi tersebut dapat berubah tergantung pada tingkat kematangan produksi dalam siklus DevOps. Pada era pengembangan aplikasi sebelumnya, banyak yang menggunakan waktu lebih besar untuk membuat inovasi.