Dalam situasi ekonomi sekarang ini, banyak perusahaan berusaha menemukan cara menghemat anggaran IT mereka. Salah satu cara dalam menghemat anggaran IT tersebut dapat dicapai dengan melakukan otomatisasi pekerjaan rutin.

Otomatisasi pekerjaan rutin dapat dilakukan dari bagian back-office hingga front office. Tentunya, ini akan melibatkan teknik DevOps dalam pelaksanaannya. Perusahan harus melakukan identifikasi pada bagian pekerjaan mana saja yang paling banyak melibatkan tenaga kerja, waktu, dan rutinitas yang sama. Identifikasi tersebut dapat diperoleh baik melalui survey atau dari laporan manajemen operasional.

Cara Menghemat Anggaran Melalui Penyederhanaan Proses

Semua bisnis mengharpkan bagaimana cara menghemat anggaran dalam segala aspek. Semakin sederhana proses kerja maka waktu yang terbuang akan semakin berkurang. Ini akan memberikan peningkatan kinerja karyawan dan juga kepuasan pelanggan.

Seperti pada bisnis restoran, hotel, reservasi tiket dan sejenisnya. Proses order dan booking akan menyita waktu dan membutuhkan proses. Perusahaan anda dapat melakukan otomasi dalam hal ini. Misal dengan membuat aplikasi reservasi online dan order. Ini merupakan “customer self service” yang dapat mempercepat proses, membawa efisiensi, mencegah kesalahan order oleh karyawan, dan meningkatkan kepuasan pelanggan.

Dari sisi administrasi binis secara umum, pembuatan invoice secara manual paling banyak dilakukan pada bisnis UKM. Jika bisnis anda ada ratusan cabang, walaupun memakai software secara terpisah di masing-masing cabang, maka ini akan menyulitkan porses saat konsolidasi.

Tugas rutin administrator IT juga banyak menyita waktu mereka. Perusahaan menengah dan besar yang memiliki ruangan server ataupun data center mereka sendiri, pada umumnya menugaskan karyawan IT hanya untuk menjaga agar semua lampu tetap menyala dalam batas hijau.

konsultan devops indonesia

Dengan menyatukan sistem yang independen dan tidak terintegrasi, maka perusahaan dapat menyederhanakan proses bisnis mereka. Ini sebagai salah satu cara menghemat anggaran yang harus ditempuh oleh seluruh bisnis.

Untuk dapat menyatukan sistem yang independen tersebut, diperlukan suatu lingkungan DevOps agar dapat mengendalikan sistem secara lebih agonistik. Tanpa peduli versi yang digunakan, baik software, database, maupun perangkat, lingkungan DevOps dapat melakukan orkestrasi. Sehingga, efisiensi anggaran IT dapat tercapai disaat lingkungan DevOps di implementasikan dan terlebih lagi untuk masa depan.

Manfaat Lingkungan DevOps Untuk Menghemat Anggaran IT

DevOps yang memiliki pola kerja melebur batasan-batasan, dapat menyederhanakan proses dan mempersingkat waktu. Disamping itu, DevOps juga dapat membuat infrastruktur IT anda menjadi lebih fleksibel, lebih tanggap terhadap kebutuhan dan perubahan, dan dapat memberikan penghematan dari segi biaya.

Untuk bisnis modern sekarang ini, apalagi bisnis yang memiliki infrastruktur IT yang kompleks seperti perbanakan dan jasa keuangan (bursa saham), DevOps merupakan jawaban atas cara menghemat anggaran IT yang paling efektif.

Dengan menerapkan DevOps, anda dapat melihat garis besar manfaat DevOps untuk bisnis anda baik dalam jangka pendek atau untuk di masa depan. Perkembangan teknologi semakin cepat, perusahaan harus memiliki kemampuan mengadopsi perubahan dengan cepat juga. Untuk itulah DevOps sangat diperlukan.

Berikut garis besar manaat devops tersebut:

  • Meningkatkan konversi dan kepuasan pelanggan
  • Menghemat anggaran infrastruktur IT
  • Menurunkan tingkat downtime
  • Meningkatkan keterlibatan pelanggan
  • Meningkatkan penjualan
  • Meningkatkan kolaborasi karyawan

Beberapa alur kerja atau proses lintas tim baru dapat di otomatisasi melalui scripting. Anda memiliki sekelompok pengembang berbakat dan tenaga ahli IT yang sekarang berinvestasi dalam meningkatkan efisiensi lintas tim. Perusahaan anda dapat memanfaatkan hal tersebut dan membuatnya menjadi otomatis.

Mari kita lihat sebuah contoh: Seorang pengembang membutuhkan mesin virtual baru (VM) untuk membangun aplikasinya. Sebelumnya, permintaan dikirim ke Admin VMware, yang menciptakan VM. Permintaan itu kemudian diteruskan ke SysAdmin untuk patch dan konfigurasi, lalu diteruskan ke DBA untuk meletakkan database yang benar di dalamnya, dan akhirnya kembali ke pengembang, siapa yang akan menginstal alat yang diperlukan untuk pengembangan. Sebagian besar bisa otomatis dan menyimpan empat kelompok yang berbeda banyak waktu melalui scripting.

Disamping itu, DevOps berguna sebagai salah satu cara menghemat anggaran IT dalam hal lisensi. Seperti perangkat lunak VMware vRealize, New Relic, dan Oracle Enterprise Manager, dapat memberi tim IT dan pengembangan Anda sebuah solusi pemantauan yang komprehensif dan mempercepat penyelesaian masalah.

Otomatisasi DevOps dapat membantu bisnis menurunkan biaya dan waktu serta meningkatkan kualitas dan meningkatkan skalabilitas. Ini memfasilitasi konsistensi, prediktabilitas dan efisiensi. Hal ini berdampak langsung pada bottom line bisnis, menanamkan kepercayaan pada tim dan pelanggan. Badan audit dan otoritas dapat memperoleh metrik kepatuhan historis secara efisien melalui otomasi, yang dapat membantu perusahaan mendapatkan akreditasi kualitas dengan lebih lancar, sehingga meningkatkan kredibilitas pasar mereka.

Kesimpulan:

Salah satu pandangan menarik tentang pengalaman DevOps mengungkapkan bahwa otomasi membawa perbaikan hingga 89% pada waktu rilis dan ketergantungan sumber daya manusia berkurang sebesar 75%.

Menurut sebuah survey oleh Puppet Labs, Devops dapat menghemat waktu sebesar 33% dalam hal peningkatan infrastruktur. Departemen IT yang telah mengadopsi DevOps lebih jarang menyebabkan downtime, sementara lebih cepat dan lebih banyak mengeluarkan fitur baru untuk bisnis dan pelanggan.

Perusahaan yang mengadopsi DevOps, selain sebagai cara menghemat anggaran IT, keuntungan usaha mereka meningkat 2x lipat, sementara saham mereka naik 50% dalam waktu 3 tahun. Keuntungan tersebut tentunya juga di dorong dengan cara menghemat anggaran dalam berbagai aspek yang di dukung oleh lingkungan dan pola kerja DevOps.