Penulis: devopsindonesia

Arti Continuous Delivery Dan Hubungannya Dengan DevOps

Continuous Delivery (CD) adalah pendekatan rekayasa perangkat lunak di mana tim memproduksi perangkat lunak dalam siklus yang pendek, memastikan bahwa perangkat lunak dapat diandalkan dan dirilis setiap saat. Hal ini bertujuan untuk membangun, melakukan pengujian, dan merilis software lebih cepat dan lebih sering. Pendekatan ini membantu mengurangi biaya, waktu, dan risiko dalam perubahan dengan memungkinkan untuk menambah update lebih banyak untuk aplikasi yang sedang berjalan. Sebuah proses penyebaran langsung dan berulang sangat penting dalam pengiriman berkelanjutan (CD). Hubungan Continuous Delivery dengan DevOps CD dan DevOps serupa dalam arti, mereka sering digabungkan, tetapi merupakan dua konsep yang berbeda. DevOps memiliki...

Read More

Dalam Dunia DevOps, Apa Yang Dimaksud Dengan Software Delivery ?

Software Delivery adalah rangkaian proses untuk melepas produk software ke pasar atau pengguna. “Pasar” dan “Produk” bisa menjadi: Sebuah produk alpha untuk pengadopsian awal Rilis berikutnya dari produk operasi internal Sebuah rilis pertama dari aplikasi utama untuk sebuah perusahaan besar Terlepas dari ukuran perusahaan Anda, konsumen, dan teknologi, Anda terlibat dalam pengiriman perangkat lunak atau software delivery jika Anda harus membangun sebuah perangkat lunak agar dapat dipakai para pengguna. Software Delivery mencakup kelompok dan tindakan berikut: Bisnis dan produk pemilik untuk kebutuhan Teknologi untuk pengembangan perangkat lunak dan penyebaran Jaminan kualitas untuk pengujian dan validasi Pemilik bisnis dan produk bertanggung jawab untuk memberikan...

Read More

DevOps Sebagai Solusi Kerumitan Dalam Pengembangan

Jalan baru dalam pengembangan perangkat lunak mulai terbentuk pada awal 2000-an. Pada saat itu, banyak yang melihat kesempatan untuk menghilangkan kesenjangan antara tim Dev dan Ops. Oleh karena itu pemikiran berkembang untuk mencari solusi kerumitan dalam pengembangan, terutama pengembangan berkelanjutan. Pengembangan Perangkat Lunak di Awal Tahun 2000-an Di era tersebut, sebagian pengembang besar belum memikirkan tentang cara menggunakan produk atau bagaimana mempromosikannya di lingkungan target; pengembang seharusnya hanya memproduksi kode dan tidak perlu repot-repot tentang pengiriman. Biasanya, pengembang menggunakan versi OS desktop dan merasa tidak perlu mengetahui lebih banyak bagaimana server produksi dikonfigurasi. Terlebih lagi, ketika pengembang baru bergabung dengan tim. Mereka...

Read More

Sponsor

Langganan Artikel