Sektor keuangan digital memerlukan banyak acara yang mensosialisasikan DevOps untuk menambah kecepatan inovasi yang sangat tepat jika diadakan oleh Asosiasi FinTech Indonesia. Dengan acara-acara tersebut, para startup digital juga dapat menikmati informasi dan pengalaman dari sesama pelaku bisnis.

Asosiasi FinTech Indonesia Dapat Kurangi Kesenjangan Keahlian

Dalam era digital sekarang ini, tenaga kerja dalam bidang cloud mengalami kesenjangan tinggi. Teknologi informasi yang terus berkembang seharusnya di ikuti dengan kurikulum pendidikan. Terutama saat ini, perkembangan teknologi informasi meningkat cepat lebih dari waktu-waktu sebelumnya.

Selain tenaga ahli dalam bidang cloud dan aplikasi seluler, perusahaan digital juga banyak yang mengalami kesulitan mencari tenaga kerja di bidang lainnya. Misal, untuk pengelolaan infrastruktur hybrid, keamanan sistem informasi dan pemasaran digital.

Sebelumnya di tahun 2016 dan 2017, mungkin masih terjadi ‘hype’ mengenai cloud. Semua perusahaan yang melakukan transformasi digital berpindah cloud.

Seiring perkembangannya, perilaku pengguna cloud mulai bergeser pada penggunaan multi cloud dan kombinasi dengan infrastruktur fisik atau hybrid cloud.

Persaingan bisnis di era digital akan terjadi pada seputar inovasi dan kelancaran aplikasi. Oleh karena itu, tenaga ahli dibidang digital akan semakin menjadi rebutan banyak perusahaan kedepannya.

Dalam hal ini, Asosiasi FinTech Indonesia dapat memulai sebuah inisiatif untuk menjadi ‘trigger’ tentang penggunaan konsep DevOps pada dunia digital.

Sekilas mengenai DevOps

DevOps merupakan konsep untuk melebur dua divisi : Pengembangan dan Operasional, dapat meningkatkan efisiensi dan mempercepat penyelesaian suatu fitur.

Dalam menjalankan konsep DevOps, perusahaan akan memerlukan:

  • platform kontainer seperti docker
  • otomatisasi dan orkestrasi, seperti menggunakan kubernetes.
  • alat monitoring dan sensor, dan sebagainya

Kesemua hal tersebut yang berjalan pada lingkungan cloud, tentu juga memiliki risiko kerentanan yang harus diamankan.

Kenapa Asosiasi Fintech Indonesia Sebaiknya Sosialisasikan Devops?

Hal ini tentu sangat bermanfaat bagi para anggota FinTech yang sudah bergabung pada Asosiasi FinTech Indonesia. Dengan adanya acara-acara DevOps, baik para founder maupun para profesional dapat menambah wawasan seputar cloud, infrastruktur, micro-services dan keamanan.

Kegiatan dalam acara tersebut dapat berisi presentasi penjelasan mengenai tips dan praktik terbaik dalam pengembangan, mendapatkan ide inovasi fitur baru berdasar feed back (BizDevOps) hingga pada masalah keamanan dalam DevOps.

FinTech akan banyak membutuhkan integrasi ke aplikasi lain (API) pada era open banking. Memang, di Indonesia belum diterapkan, akan tetapi per Januari 2018 yang lalu, negara-negara di Eropa telah memulai open Banking.

Era open banking tak pelak akan berlaku juga di seluruh dunia. Ini disebabkan karena perkembangan teknologi dan persaingan bisnis dimasa depan harus dibuat se-efisien mungkin.

Keamanan tetap akan menjadi isu yang mengikuti perkembangan zaman. Dalam DevOps, penggunaan hybrid dan multi-cloud akan semakin banyak di adopsi.

Standarisasi aplikasi dan sosialisasi peraturan juga dapat disampaikan dan dirumuskan bersama. Demikian mengenai mitigasi downtime untuk mencegah bisnis FinTech dari kerugian besar dan fatal juga memerlukan standarisasi untuk dapat digunakan oleh para pelaku FinTech di Tanah Air.

Dengan sosialisasi DevOps, tentunya masalah integrasi dapat di-imbangi dengan keamanan. Hanya dengan cara ini kemajuan teknologi keuangan disuatu negara dapat berkembang lebih pesat.

Oleh karena itu, sudah saatnya Asosiasi FinTech mulai menyelenggarakan acara ini. Semoga bisnis FinTech Indonesia dapat terus berkembang dengan inovasi-inovasi yang selalu dapat mengikuti tuntutan zaman.